




Pertanyaan ini seringkali datang dari automotive enthusiast. Ini pula menjawab alasan mengapa ORD Exhaust memfokuskan produknya pada Custom Made.
Bila dihitung dari seluruh produk ORD Exhaust, bisa dikatakan custom parts lebih dominan: 80% custom vs 20% bolt on.
Dave Stadilus SMSP & John Burgundy Hytech Exhaust — well known drag Honda exhaust designer di USA — selalu menekankan:
“There’s No such a thing as ONE SIZE FIT ALL. Size does matter.”
Ya. Tidak ada ukuran exhaust universal yang bisa digunakan untuk semua kebutuhan dan aplikasi. Ukuran yang tepat sangat berpengaruh.
Karena itu ORD Exhaust sering menanyakan kepada pembeli:
Ya! Detail dan spesifik. Special! You Are Special!
Kami tidak memberikan produk seperti toko baju yang “One Size Fit All”.
Karena ukuran dan desain, exhaust system yang akan kami berikan pada tiap aplikasi akan berbeda.
Baik downpipe/header, resonator, maupun muffler.
Terkadang pengerjaan lebih lama karena ORD spesifik pada detail.
System bolt on tidak selalu perfect fitment walaupun didesain pada mobil yang sama,
karena rubber mount dapat berubah bentuk.
Kami lebih menyukai fitting exhaust parts direct fitting dibanding cetakan bolt on,
karena direct fitting adalah yang paling ideal.
Bahkan untuk pembeli luar kota pun akan kami pandu.
Hal inilah yang membuat ORD berhasil mengumpulkan puluhan hingga ratusan hasil dynotest dan real race results
yang memuaskan pada berbagai kendaraan dari daily use hingga National Record Breaker sejak 1998 hingga kini.
Semoga penjelasan singkat ini menjawab pertanyaan pada headline artikel ini 🙂
Salam Otomotif
ORD Exhaust
Voucher Cashback s/d 700Rb, Terbatas Bulan Ini
Power Proven, Race Proven
Efficiency Proven, Daily Car Proven

Ok langsung saja ke studi kasus.
Yang paling teringat dan terdokumentasi oleh saya adalah pada mobil Honda Estilo (EG) Touring ITCC milik Team AP-Speed tahun 2006. Pada saat itu saya masih aktif melakukan berbagai riset bersama AP-Speed, khususnya di bidang exhaust.
Request kepala mekanik:
Pada 6250 RPM itulah driver biasanya berada di pertengahan tikungan dan siap berakselerasi menuju trek lurus.
Peak HP ≈ Peak Torque RPM × 1.19
6250 × 1.19 = 7437 RPM (~7500 RPM)
Shift point ideal: ±8250 RPM (masih aman di bawah 8500 RPM)
Panjang Primary (Lex) = 789 mm ≈ 79 cm
Panjang exhaust port D16A6 = 3 cm
79 cm – 3 cm = 76 cm (panjang runner header)
Diameter inlet runner = 37.3 mm
Dengan teknik tekukan halus:
(35.5 + 39.5) / 2 = 37.5 mm (deviasi ±0.2 mm)
Progressive diameter: kecil → besar → kolektor. Ideal untuk aliran fluida.
Diameter inlet kolektor = 52.8 mm
Dibuat dumped collector dengan sudut 8° menuju 52.8 mm.
Estimasi debit gas buang ≈ 932 CFM
Muffler 2.5 inch mampu ±800 CFM — masih cukup mendekati kebutuhan.
Hasil: +7.7 HP dibanding DC Sports.
Mission Accomplished.
Tahun 2006 dijual 950rb.
Saat itu DC Sports sudah ±4 juta.
Catatan:
Science terus berkembang. Pengetahuan exhaust juga berkembang. Selalu terbuka untuk improvement dan teknologi baru.