Kategori: News & Article

  • Perbedaan header 41 dan 421 ? More deep into Headers

    Perbedaan header 41 dan 421 ? More deep into Headers

    Header 4-1 vs 4-2-1

    Mana Lebih Bagus?

    YANG BENAR = YANG PAKAI DATA, BUKAN KATA-KATA.

    Di dunia modifikasi sering terjadi perdebatan:

    • Bengkel A bilang: “4-1 lebih bagus.”
    • Bengkel B bilang: “4-2-1 lebih benar.”

    Lalu mana yang benar?
    Jawabannya sederhana: Yang sesuai kebutuhan mesin dan dibuktikan dengan data dyno.


    I. Header 4-1

    Konfigurasi 4 runner langsung menjadi 1 kolektor.
    Karakter utamanya:

    • Power kuat di RPM tinggi
    • Cocok untuk race / high rev engine
    • Respon agresif di atas

    Ideal airspeed umumnya berada di kisaran 250–300 ft/sec,
    bahkan mesin Formula 1 bisa mencapai 330 ft/sec.

    Step Tubing

    Jika diameter ideal tidak tersedia, bisa digunakan kombinasi diameter (step tubing).
    Contoh: (38mm + 42mm) / 2 ≈ 40mm.

    Keuntungan:

    • Membantu anti-reversion
    • Menjaga kecepatan gas buang tetap stabil

    II. Header 4-2-1 (Tri-Y)

    More Torque on Low & Mid RPM

    Konfigurasi 4 runner → 2 → 1 kolektor akhir.

    Karakter utamanya:

    • Torsi lebih kuat di rpm bawah dan menengah
    • Cocok untuk mobil harian / matic
    • Powerband lebih lebar

    Efeknya berasal dari resonance tuning dan scavenging yang lebih optimal di RPM rendah–menengah.

    Perbedaan Karakter

    • Runner lebih panjang → kuat di low RPM
    • Runner lebih pendek → kuat di high RPM

    Kolektor & Venturi

    Sudut kolektor umumnya berada di 7–15°.

    • Sudut kecil → resonance tuning lebih kuat
    • Sudut besar → lebih flow untuk high RPM

    Kesimpulan

    • 4-1 bukan hanya untuk balap
    • 4-2-1 bukan hanya untuk harian
    • Semuanya tergantung kebutuhan mesin dan karakter powerband
    • Data Dyno adalah penentu utama

    Diskusi Gratis?

    Klik WhatsApp di bawah ini:




    Order Online

    Voucher Cashback s/d 700Rb – Terbatas Bulan Ini


    Marketplace Resmi ORD Exhaust

  • Resonator Adalah ? Bagaimana Cara Hitung Design Resonator ?

    Resonator Adalah ? Bagaimana Cara Hitung Design Resonator ?

    Resonator Knalpot Racing Mobil


    Apa Itu Resonator?

    Resonator adalah bagian setelah header yang berfungsi sebagai penghalus suara.
    Namun jika dimensinya asal-asalan, hasilnya bisa:

    • Tenaga loyo
    • Boros BBM
    • Suara menggelegar tidak beraturan

    Karena itu penting memahami:

    • Panjang vs pendek resonator
    • Model ulir vs lurus
    • Posisi pemasangan yang benar

    Kriteria Resonator yang Baik

    1. Tidak Restrictive

    Resonator harus mampu mengalirkan debit udara sesuai kebutuhan mesin (CFM).
    Namun tidak boleh terlalu besar karena bisa menyebabkan lack of velocity.

    “Bigger is Not Always Better”


    Tabel Pendekatan Debit Udara

    Tabel Debit Udara – PerformanceTrends Inc.

    Ukuran Inlet Debit (CFM)
    1 ½ inch 200
    1 ¾ inch 315
    2 inch 500
    2 ¼ inch 625
    2 ½ inch 800
    2 ¾ inch 1030
    3 inch 1215

    Catatan: Perhitungan menggunakan asumsi Volumetric Efficiency 100%.
    Kondisi tiap mesin bisa berbeda.


    2. Fitur Anti-Reversion

    Karena letaknya di tengah sistem exhaust, resonator berpotensi mengalami
    backpressure dari sistem belakang.
    Fitur anti-reversion membantu mencegah tekanan negatif kembali ke ruang bakar.

    Kesalahan umum adalah memasang resonator terbalik — akibatnya tenaga turun dan konsumsi BBM boros.


    Kenapa Harus Berbasis Data?

    Tanpa perhitungan ilmiah dan data dyno, hasil modifikasi bisa:

    • Ngempos
    • Boros
    • Suara tidak nyaman

    Karena itulah kami berani Moneyback Guarantee.
    Tidak sesuai data dyno? Refund.


    Diskusi Gratis?




    Available on Marketplace